Pembatik Level 4

kulakulajua.blogspot.com

 

SRB Kalimantan Selatan  - M. Ripani, S.Pd


Alhamdulillah puji syukur saya ucapkan, karena sampai saat ini kita masih bisa berkarya dan berinovasi bagi negeri tercinta ini. Lewat tulisan ini banyak hal yang ingin saya bagi, sekedar cerita yang menjadi motivasi bagi diri pribadi dan semoga bisa jadi inspirasi bagi teman sejawat dan rekan sekalian anak negeri. 70.312 bukan bilangan sedikit. 70.312 adalah jumlah peserta PembaTIK dan hanya 1.020 guru yang lolos di level 4 dan Alhamdulillah saya termasuk di dalamnya. Pembatik merupakan program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi.

“Seperti yang telah kita ketahui masa pandemik Covid-19 telah memaksa kita semua untuk memberikan usaha yang ekstra keras dan ekstra cerdas, sehingga pembelajaran dapat terus berlangsung. Kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial” itulah salah satu paparan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim  dalam acara Pembukaan Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK Level 4: Berbagi. Yang dilaksanakan oleh Pusdatin Kemdikbud.

“Saya berharap semangat gotong royong di masa pandemi ini bisa kita teruskan, agar kita lebih siap beradaptasi, siap melakukan perubahan, tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi”(Mendikbud Nadiem Anwar Makarim)       

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

#MerdekaBelajar

#NadiemMakarim

#PembaTIK2020

#pembatiklevel4

#RumahBelajar

#tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi
#gurupenggerak

PAI PELAJARAN 2 KELAS 4 MENYIMAK CERITA


Ayo, simak cerita berikut!
Ahmad tergolong anak yang suka bertanya. Di rumahnya, dia suka berdialog dengan sesama anggota keluarga. Suatu waktu, Ahmad bertanya kepada ibunya.

Ahmad    : "Bu, apa benar semua yang ada di alam ini buatan Allah

Ibu           : "O, ya, benar"

Ahmad    : "Bukankah meja, lemari, pensil, baju, dan sepatu buatan manusia?"

Ibu           : "Kamu betul anakku, kelihatannya kamu belum yakin"

Ahmad    : "Kalau begitu, ibu ceritakan bagaimana benda-benda itu adalah milik Allah"

Ibu           : "Dengarkan baik-baik anakku, meja itu buatan manusia. Meja terbuat dari pohon kayu, ada                     kayu mahoni, kayu jati, dan sebagainya. Akan tetapi ingat anakku, kayu itu tumbuh di                            bumi, yang menumbuhkan bukan manusia, melainkan Allah pemilik alam raya ini.                                Meskipun kita tidak melihat yang menumbuhkan pohon itu, tetapi semua orang pasti                                percaya bahwa yang menumbuhkannya adalah Allah."

Ahmad      : "O, begitu. Sekarang aku sudah paham dan yakin, Bu."

Tirukan percakapan di atas dengan temanmu.